Sinopsis Uttaran Episode 223 Kembalinya Tapasya

Kembalinya Tapasya

Kembalinya Tapasya

Sinopsis Uttaran Episode 223 Kembalinya Tapasya – Ichcha berbalik, ia merasa bingung, Ichcha berkata, “Maaf, saya tidak mengenalimu”, “saya adalah Vishnu, saya tau, kamu tidak ingat denganku. Kita pernah bertemu 14 tahun yang lalu, kamu menunjukkan jalan yang benar kedalam hidupku”, “Artinyaa kamu pernah berada di penjara Satara?”, “Ya, berkat dirimu, inilah saya sekarang”, “saya benar2 minta maaf, saya sama sekali tidak mengenalimu, mungkin karena saya terlalu sibuk memikirkan kehidupanku sendiri”, “saya bisa mengerti dan saya juga punyaa sedikit saran, kamu mencemaskan Meethi bukan?”.

Ichcha bertanyaa,”kamu mengenal Meethi?”, “Sebenarnyaa saya lah orang yang menyaelamatkannyaa dari musibah kebakaran pada malam itu”, “saya tidak bisa membalas kebaikanmu ini. kamu telah melakukan kebaikan besar kepadaku”, “Jangan berkata seperti itu. Apapun yang saya lakukan, saya tidak bisa membalas apa yang telah kamu berikan kepadaku bertahun2 yang lalu. Bagaimanapun, saya tidak bisa membalas hutang budiku kepadamu. Malam itu saya melihat Meethi dan menyaadari dia adalah putrimu. Ibu guru, kamu selalu menginginkan yang terbaik untuk semua orang, tapi mengapa hal buruk bisa terjadi padamu?”.

Sinopsis Uttaran Episode 223 Kembalinya Tapasya, Ichcha lalu mengundang Vishnu untuk berkunjung ke rumahnyaa, Vishnu bersedia dengan senang hati. Vishnu memberitahu Ichcha,”saya adalah pelayan di kuil ini, pendeta memberiku kamar di belakang kuil. Kita akan sering bertemu mulai saat ini” . Pulang dari kontes busana yang diadakan kampusnyaa, Meethi memisahkan diri dari Mukhta dan duduk sendirian di suatu tempat. Vishnu menghampiri Meethi, ia menahan tangan Meethi ketika Meethi ingin meminum minuman kaleng (sepertinyaa kaleng bir).

Meethi berkata, “Beraninyaa kamu menyaentuhku, lepaskan tanganku!”, “saya akan menghentikanmu setiap kamu melangkah ke arah yang salah” jawab Vishnu. Vishnu lalu meremukkan minuman kaleng Meethi dan membuangnyaa. Meethi semakin marah dan berkata, “Beraninyaa kamu membuang minumanku! Siapa yang memberikanmu hak untuk melakukan itu?”,

“Ini bukan masalah hak, saya akan menghentikanmu setiap kamu melakukan hal yang salah. Ini telah larut malam, pulanglah. saya akan membawamu seperti kemarin, tapi kali ini tanpa kobaran api”. Meethi teringat musibah yang ia alami kemarin dan berkata, “Maksudnyaa, kamu yang menyaelamatkanku hari itu? Terimakasih, tapi lebih baik lagi jika kamu tidak menyaelamatkanku hari itu”. Vishnu tetap berdiri ditempatnyaa, Meethi bertanyaa, “Mengapa kamu masih berdiri didepanku seperti ibuku? saya telah bilang terimakasih, jadi pergi sekarang!”,

“kamu sangat marah kepada ibumu? Mengapa?”, “Dengar bung, tidak perlu ikut campur dengan kehidupan pribadiku. Tinggalkan saya sendiri!”. Meethi beranjak meninggalkan tempat itu, Vishnu menarik tangan Meethi. Meethi meronta2 sampai menangis. Vishnu berkata, “Ikutlah denganku, saya akan mengantarkanmu pulang”. Meethi akhirnya menyaerah dan menuruti kata2 Vishnu. Sejak saat itu, Meethi dan Vishnu semakin sering bertemu.

Ditengah jalan sepulang dari kontes busana yang diadakan kampusnya, taksi yang ditumpangi Mukhta tiba2 mogok. Sopir taksi meminta Mukhta untuk menunggu sementara ia mencoba memeriksa kerusakannya, mukhta keluar dari taksi dan bertanya,”Ada masalah apa? Berapa lama lagi selesainya?”, “saya tidak mengerti apa yang salah, saya akan mencari pertolongan dari bengkel disekitar sini”.

Hujan turun deras ketika Mukhta menunggu diluar taksi, dia ingin masuk ke dalam taksi tapi pintunya terkunci, ponselnya tertinggal didalam. Mukhta basah kuyup berdiri diluar taksi, sebuah mobil melewatinya, Mukhta lalu melambaikan tangan berusaha mencari pertolongan. Mobil tersebut berhenti, Tej Singh Bundela turun dari dalam mobil sambil memegangi payung.

Tej terpesona melihat Mukhta, ia membayangkan Mukhta berlari kearahnya dan memeluknya diiringi lagu “Dream girl”, Setelah Tej tersadar dari imajinasi kotornya,ia melihat Mukhta sedang menatapnya dengan tatapan tidak suka. Tej bertanya kepada Mukhta,”Apa kamu butuh bantuan?”, “Tidak, terimakasih”, “kamu sendirian,Ini sudah malam dan sedang hujan deras. Ambillah payungku”.

Payung Tej tiba – tiba diterbangkan angin, Tej berkata, “kamu menatapku dengan tatapan marah, payungku jadi terbang. Boleh saya mengantarmu pulang? saya ada mobil”, “saya telah katakan kepadamu, saya tidak butuh bantuanmu”. Setelah hujan reda, sopir taksi datang bersama seorang mekanik, sopir taksi bertanya, “Ada masalah apa nona?”, “kamu meninggalkan seorang gadis sendirian disini. kamu lah masalahnya!”

Tej memarahi sopir tersebut mencari simpati Mukhta. Mukhta masuk ke dalam taksi, ia tidak mau menjawab ketika Tej menanyakan siapa namanya. Tej telah menemukan gadis impiannya, baginya tidak ada kata “terlalu tua” untuk menikahi seorang gadis. Setelah kematian Baldev Singh Bundela, Tej harus menikah untuk mendapatkan setengah dari harta warisan Baldev, Tej bertekad untuk menikahi Mukhta bagaimanapun caranya.

Sinopsis Uttaran Episode 223 Kembalinya Tapasya

dalam hatiku hanyalah kamu versi india, kenapa ahem membenci gopi, download lagu hanyalah kamu versi india, download lagu dalam hatiku hanyalah kamu, download lagu saya beni saya, lirik lagu hanyalah kamu versi india, Download lagu saia re saia, hanyalah kamu versi india, lagu hanyalah kamu versi india, lirik dan terjemahan lagu saiyaara

loading...